Larutanbasa. Larutan basa sering direaksikan dengan larutan asam, sehingga senyawa yang dihasilkan menjadi netral. Larutan basa akan menetralkan larutan asam yang membentuk air (H2)) serta garam. Baca juga: Senyawa Hidrokarbon: Pengertian, Rumus, Golongan, dan Contohnya. Contoh penerapan rekasi netralisasi adalah pengoatan bagi penderita maag
- Reaksi kimia tidak bisa dipisahkan dari fenomena alam. Misalnya keberadaan oksigen di udara. Tumbuhan memanfaatkan CO2 yang dibuang manusia untuk proses fotosintesis dengan bantuan sinar bersifat alamiah, reaksi oksidasi dan reduksi juga terjadi dalam bidang industri. Industri-industri menghasilkan bahan yang dimanfaatkan manusia. Dalam buku Analisis Kimia Kuantitatif 2002 karya AL Underwood, reaksi-reaksi kimia yang melibatkan oksidasi-reduksi lebih sering dipergunakan dalam analisa titrimetrik daripada reaksi asam-basa, pembentukan kompleks, ataupun pengendapan. Ion-ion dari berbagai unsur hadir dalam wujud oksidasi yang berbeda-beda, mengakibatkan timbulnya begitu banyak kemungkinan reaksi oksidasi-reduksi redoks.Oksidasi adalah kehilangan satu atau lebih elektron yang dialami oleh suatu atom, molekul, atau ion. Sementara, reduksi adalah perolehan elektron. Baca juga Definisi Larutan dan Daya Hantar Larutan Konsep reaksi redoks Perkembangan konsep reaksi redoks menghasilkan dua konsep, yaitu klasik dan modern. Berikut penjelasannya Teori klasik Teori klasik mengatakan bahwa oksidasi adalah proses penangkapan oksigen dan kehilangan hidrogen. Di sisi lain, reduksi adalah proses kehilangan oksigen dan penangkapan hidrogen. Teori modern Seiring dilakukannya percobaab, konsep redoks mengalami perkembangan. Kemudian muncul teori modern yang sampai saat ini digunakan. Teori tersebut megatakan bahwa
Salahsatu aplikasi reaksi redoks yang memiliki dampak negatif yang kecil adalah pembuatan biogas. Biogas biasanya dibuat dari sampah organik atau limbah rumah tangga. Dengan demikian selain dampak negatifnya yang kecil juga memiliki dampak positif pengurangan limbah.
Bagi kalian yang sudah kelas 10 MIA pasti sudah pernah dengar tentang apa itu reaksi redoks, kan? Hayoo masih inget, nggak? Coba Sobat Pintar perhatikan fenomena gambar di atas. Pada gambar tersebut, kita bisa melihat sebuah apel yang sedang mengalami proses pembusukan. Dalam proses kimia, reaksi pembusukan apel tersebut terjadi karena adanya sebuah reaksi yang menyertainya, yaitu reaksi redoks. Yuk Sobat, kita simak apa sih itu reaksi redoks. Apa itu reaksi redoks? Reaksi redoks adalah singkatan dari reaksi reduksi dan oksidasi yang berlangsung pada proses elektrokimia. Boleh dibilang, reaksi redoks adalah singkatan dari reaksi reduksi dan oksidasi. Berikut pengertian dari kedua istilah tersebut. Pengertian Reduksi Reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi dan kenaikan elektron. Dapat dikatakan bahwa reduksi adalah reaksi dimana suatu zat kehilangan oksigen. Pengertian Oksidasi Oksidasi adalah reaksi yang mengalami peningkatan bilangan oksidasi dan penurunan elektron. Dapat dikatakan bahwa oksidasi adalah reaksi dimana suatu zat mengikat oksigen. Perhatikan contoh reaksi berikut ini Bagaimana penjelasan reaksi oksidasi dan reduksi pada contoh di atas? Besi III oksida Fe2O3 mengalami reduksi karena kehilangan atom oksigen dan berubah menjadi besi 2Fe. Adapun karbon monoksida 3CO mengalami reaksi oksidasi karena mengikat atom oksigen dan berubah menjadi karbon dioksida 3CO2. Konsep Bilangan Oksidasi Konsep reaksi redoks yang melibatkan perpindahan elektron ini hanya bisa terjadi pada senyawa ionik aja, sedangkan senyawa kovalen tidak. Oleh karena itu, muncul konsep redoks yang ketiga, yaitu berdasarkan perubahan bilangan oksidasi biloks. Bilangan oksidasi adalah muatan positif dan negatif pada suatu atom. Unsur yang biloksnya positif, biasanya merupakan atom-atom unsur logam, seperti Na, Fe, Mg, Ca, dan unsur logam lainnya. Sementara itu, unsur yang biloksnya negatif, biasanya atom-atom unsur nonlogam, seperti O, Cl, F, dan unsur nonlogam lainnya. Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi, reaksi reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Terdapat delapan aturan dalam menentukan bilangan oksidasi suatu atom yang harus Sobat ketahui, antara lain adalah sebagai berikut. 1. Bilangan oksidasi unsur bebas dalam bentuk atom dan molekul adalah 0. Contoh bebas berbentuk atom C, Ca, Cu, Na, Fe, Al, Ne = 0 Contoh bebas berbentuk molekul H2, O2, Cl2, P4, S8 = 0 2. Bilangan oksidasi ion monoatom 1 atom dan poliatom lebih dari 1 atom sesuai dengan jenis muatan ionnya. Contoh Bilangan oksidasi ion monoatom Na+, Mg2+, dan Al3+ berturut-turut adalah +1, +2, dan +3. Bilangan oksidasi ion poliatom NH4+, SO42-, dan PO43- berturut-turut adalah +1, -2, dan -3. 3. Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya. IA = H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr = +1. Contoh Bilangan oksidasi Na dalam senyawa NaCl adalah +1. IIA = Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra = +2. Contoh Bilangan oksidasi Mg dalam senyawa MgSO2 adalah +2. IIIA = B, Al, Ga, In, Tl = +3 Contoh Bilangan oksidasi Al dalam senyawa Al2O3 adalah +3. 4. Bilangan oksidasi unsur golongan transisi golongan B lebih dari satu. Contoh Bilangan oksidasi Cu = +1 dan +2. Bilangan oksidasi Au = +1 dan +3. Bilangan oksidasi Sn = +3 dan +4. 5. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya. Contoh NH4+ = +1 6. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0. Contoh H2O = 0 7. Bilangan oksidasi hidrogen H bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1. Contoh Biloks H dalam AlH3 = -1. 8. Bilangan oksidasi oksigen O dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2. Contoh Biloks O dalam BaO2 = -1. Menentukan Reaksi Reduksi dan Oksidasi Berdasarkan Konsep Kenaikan dan Penurunan Bilangan Oksidasi Pada reaksi redoks, terdapat unsur-unsur yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator. Zat yang mengalami oksidasi itu disebut reduktor, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator. Coba perhatikan contoh berikut ini! Reaksi Mgs + 2HCl -> MgCl2aq + H2g Karena Mg merupakan unsur bebas, jadi biloks Mg = 0. Kemudian, biloks H pada senyawa 2HCl bernilai +1 karena unsur H berikatan dengan unsur lain dan H merupakan golongan IA. Selanjutnya, karena H = +1, berarti Cl = -1 agar total biloks 2HCl = 0. Di ruas sebelah kanan, biloks Mg pada senyawa MgCl adalah +2 karena Mg berikatan dan merupakan unsur golongan IIA. Karena Cl memiliki indeks 2, maka biloks Cl = -1, agar total biloks MgCl2 = 0. Kemudian, karena H2 merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Unsur Mg mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +2, sehingga mengalami reaksi oksidasi. Jadi, unsur Mg disebut sebagai reduktor. Sementara itu, unsur H mengalami penurunan biloks dari +1 ke 0, sehingga mengalami reaksi reduksi. Jadi, HCl disebut sebagai oksidator. Sobat Pintar jangan lupa download aplikasi Aku Pintar di Play Store atau App Store, ya! Ada fitur Belajar Pintar yang bakal nemenin Sobat belajar di rumah. Simak juga artikel-artikel lainnya, yaa! Writer Muhammad Fahmi Ridlo Editor Deni Purbowati
PenerapanKonsep Reaksi Redoks dalam Pengolahan Limbah (Lumpur Aktif) Salah satu penerapan konsep reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bidang pengolahan limbah. Prinsip dasar yang dipergunakan adalah teroksidasinya bahan-bahan organik maupun anorganik, sehingga lebih mudah diolah lebih lanjut.
Perkembangan konsep reaksi reduksi oksidasi redoks terdiri dari tiga konsep yaitu Reaksi reduksi oksidasi sebagai pengikatan dan pelepasan oksigen. Reaksi reduksi oksidasi sebagai pelepasan dan penerimaan elektron. Reaksi reduksi oksidasi sebagai pertambahan dan pengurangan bilangan lebih terperinci, mari simak ulasan berikut Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan OksigenBerdasarkan konsep ini, Reduksi adalah reaksi dimana suatu zat berupa oksida direaksikan dengan zat yang menarik oksigen sehingga oksida tersebut kehilangan oksigen. Oksidasi adalah reaksi dimana suatu zat direaksikan dengan sumber oksigen sehingga berikatan dengan oksigen tersebut membentuk oksida. Oksidator adalah sumber oksigen. Reduktor adalah penarik reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigenKelemahan konsep ini yaitu Konsepnya terlalu sempit. Tidak seluruh reaksi baik itu oksidasi maupun reduksi terjaddi secara redoks. Tidak seluruh reaksi oksidasi melibatkan reaksi reduksi. Tidak seluruh reaksi reduksi melibatkan reaksi Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Pelepasan dan Penerimaan ElektronBerdasarkan konsep ini, Reduksi adalah reaksi yang disertai dengan penerimaan elektron. Oksidasi adalah reaksi yang disertai dengan pelepasan elektron. Oksidator adalah penerima elektron. Reduktor adalah pemberi reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron3. Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Pertambahan dan Pengurangan Bilangan OksidasiBerdasarkan konsep ini, Reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi. Oksidasi adalah reaksi yang mengalami pertambahan bilangan oksidasi. Oksidator adalah zat yang mengalami penurunan bilangan oksidasi. Reduktor adalah zat yang mengalami pertambahan bilangan reaksi redoks berdasarkan konsep pertambahan dan pengurangan bilangan oksidasi

Beberapareaksi redoks kunci dalam daur N di alam semuanya dilakukan oleh mikroba. Secara termodinamik N2 gas adalah bentuk paling stabil dan seimbang. Jumlah N terbesar di udara sebagai gas N2 yang merupakan sumber utama N. Untuk memecahkan ikatan rangkap 3 N=N diperlukan energi yang besar, berarti penggunaan N2 adalah proses yang memerlukan

Jakarta - Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang terjadi dari gabungan reduksi dan reaksi oksidasi. Reaksi redoks mencakup semua proses kimia, di mana atom melibatkan perubahan keadaan bilangan oksidasi biloks.Pada suatu reaksi kimia yang lengkap, reaksi oksidasi akan selalu diikuti oleh reaksi reduksi, sehingga reaksi yang terjadi dikenal dengan istilah reaksi dari modul Kimia Kemendikbud Kelas XII oleh Rananda Vinsiah, reduksi sendiri merupakan reaksi penurunan elektron, sehingga terjadi penurunan bilangan oksidasi pelepasan oksigen.Sedangkan oksidasi adalah reaksi penerimaan kenaikan elektron, sehingga terjadi peningkatan bilangan oksidasi reaksi pengikatan oksigen.Spesi atau zat yang mengalami oksidasi disebut dengan reduktor, dan zat yang mengalami reduksi disebut redoks sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya peristiwa apel yang jika didiamkan dan disimpan di udara terbuka, akan berubah warnanya menjadi kecoklatan, paku besi yang berkarat, dan masih banyak itu, reaksi ini banyak dimanfaatkan oleh organisme hidup, untuk menyimpan energi dan juga memainkan peran penting dalam elektrokimia, di mana energi akan diangkut atau disimpan dalam bentuk senyawa laman Science Daily, satu senyawa dalam reaksi redoks akan melepaskan elektron dan teroksidasi, sementara yang lainnya menerima elektron dan yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi zat lain dikatakan bersifat oksidatif oksidator.Ciri-ciri Reaksi RedoksCiri-ciri reaksi redoks akan ditandai hal sebagai berikut- Terdapat unsur bebas, seperti Oksigen O2, Klorin Cl2, Cuprum Cu, dan lain sebagainya- Terjadi perubahan biloks bilangan oksidasi- Adanya reduktor pereduksi dan oksidator pengoksidasi.Fungsi Reaksi RedoksAdapun fungsi reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari, antara lain- Untuk memahami fenomena korosi logam dan cara pencegahannya- Penggunaan lumpur aktif untuk mengolah limbah- Mengetahui reaksi fotosintesis- Oksidasi makanan dalam sel- Mur dan baut diberi lapisan zinc, di mana dalam lapisan itu terdapat proses oksidasi logam zinc dan reduksi pada bagian kation- Pembuatan alat-alat dapur dari stainless steel, sehingga tidak berkarat karena permukaannya selalu dilapisi oksida akibat proses oksidasi yang berlanjut- Pembuatan asam sulfat dan pengolahan bijih-bijih logam untuk keperluan industri maupun industri Menentukan Bilangan Oksidasi dan ContohnyaBilangan oksidasi merupakan angka yang menunjukkan jumlah elektron suatu atom, yang diterima atau dilepaskan atom dalam senyawa, di mana senyawanya terbentuk melalui ikatan tanda + dan - pada biloks ditulis sebelum angkanya. Misalnya +2, sedangkan pada muatan ditulis sesudah angkanya, misalnya 2+.Cara menentukan bilangan oksidasi suatu unsur dalam ion atau senyawa, perlu mengikuti aturan-aturan berikut, yaitu1. Bilangan oksidasi unsur bebas adalah 0 nol. Contohnya Ne, H2, O2, Na, Cu, dan Bilangan oksidasi ion monoatom dan poliatom, sama dengan muatan ionnya. Contohnya, untuk ion monoatom Na+, Ca 2+, dan Cl- memiliki bilangan oksidasi berturut-turut +1, +2 dan -1. Sementara untuk ion poliatom NH4+, SO4 2- , dan PO4 3- memiliki bilangan oksidasi berturut-turut +1, -2, dan Bilangan oksidasi unsur golongan IA adalah +1 dan unsur golongan IIA adalah +2. Misalnya, bilangan oksidasi unsur Na pada senyawa NaCl, Na2SO4, dan Na2O adalah + Bilangan oksidasi unsur golongan VIA pada senyawa biner adalah -2 dan unsur golongan VIIA pada senyawa biner adalah bilangan oksidasi unsur S pada Na2S dan MgS adalah Bilangan oksidasi unsur H pada senyawanya + bilangan oksidasi unsur H pada H2O, HCl, H2S, dan NH3 adalah + Bilangan oksidasi unsur O pada senyawanya -2, kecuali pada senyawa biner dengan F, bilangan oksidasi unsur O-nya yaitu + KO2 dan NaO2 bilangan oksidasinya dalam senyawa superoksida adalah -1/ Jumlah bilangan oksidasi untuk atom unsur pembentuk ion poliatom, sama dengan muatan ion ion NH4+ jumlah bilangan oksidasi unsur N adalah -3, dan H adalah + Reaksi RedoksPada dasarnya reaksi redoks berlangsung di dalam pelarut air sehingga penyetaraan persamaan reaksi redoks selalu melibatkan ion H+ dan dua metode untuk menyetarakan reaksi redoks, yaitu dengan cara bilangan oksidasi dan cara setengah reaksi redoks dapat diselesaikan dengan menggunakan metode perubahan biloks PBO, baik pada reaksi molekul dan reaksi ion di mana metode biloks berdasarkan "Jumlah e- teroksidasi = Jumlah e- tereduksi."Demikian penjelasan mengenai reaksi redoks. Semoga bisa menambah pemahaman detikers ya. Selamat belajar! Simak Video "Apotek Kimia Farma Diponegoro Surabaya Terbakar" [GambasVideo 20detik] faz/faz

Berawaldari konsep reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, perubahan bilangan oksidasi (biloks) serta pelepasan dan penerimaan hidrogen. Setiap konsep tersebut memiliki pengertian reaksi reduksi dan oksidasi yang berbeda.
Konsep Reaksi RedoksPendahuluanRedoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan OksigenRedoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan ElektronRedoks Berdasarkan Pertambahan dan Penurunan Bilangan OksidasiContoh Soal-1Contoh Soal-2Menyeimbangkan reaksi redoksMedia asamMedia basaReaksi redoks dalam industriReaksi redoks dalam biologiSiklus redoksReferensiPemanfaatan Konsep Reaksi Redoks Yang Paling Kecil Dampak Negatifnya Adalah Pendahuluan Redoks adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi keadaan oksidasi atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana CHiv, ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit. Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi, dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion. Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi, sehingga Oksidasi didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi Reduksi didefinisikan sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam praktiknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai “redoks” walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut misalnya yang melibatkan ikatan kovalen. Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal formal accuse dikenal sebagai reaksi metatesis. Pengertian konsep reaksi reduksi-oksidasi telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut Konsep Reaksi Reduksi-Oksidasi Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen Konsep Reaksi Reduksi-Oksidasi Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Elektron Konsep Reaksi Reduksi-Oksidasi Berdasarkan Pertambahan dan Penurunan Bilangan Oksidasi Redoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen Reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen dari suatu senyawa. Reduktor adalah zat yang menarik/mengikat oksigen pada reaksi reduksi atau zat yang mengalami reaksi oksidasi. Oksidasi adalah reaksi pengikatan penggabungan oksigen oleh suatu zat. Oksidator adalah sumber oksigen pada reaksi oksidasi atau zat yang mengalami reduksi. Contoh Reaksi Fe2O3 + 3C → 2Fe + 3CO ditulis sebagai berikut. Penjelasan Fe2Othree melepaskan/memberikan oksigen kepada C dan membentuk Fe, sedangkan C mengikat/menangkap oksigen dari Iron2O3 dan membentuk CO. Dengan demikian, Fe2O3 mengalami reduksi atau sebagai oksidator, sedangkan C mengalami oksidasi atau sebagai reduktor. Redoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Elektron Selain oksigen, elektron yang terkandung pada senyawa maupun unsur dapat menimbulkan reaksi redoks. Berikut penjelasannya. Reduksi adalah reaksi pengikatan elektron. Reduktor adalah zat yang melepaskan electron atau zat yang mengalami oksidasi. Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron. Oksidator adalah Zat yang mengikat electron atau zat yang mengalami reduksi. Contoh reaksi Htwo + F2 → 2HF. Reaksi tersebut dapat ditulis sbb Penjelasan Untuk membentuk senyawa hidrogen fluorida, molekul H2 melepaskan 2 elektron menjadi 2H+ H2 → 2H+ + 2e-, sedangkan molekul F2 menangkap/mengikat 2 elektron menjadi 2F– F2 + 2e- → 2F– . Dengan demikian H2 mengalami oksidasi atau sebagai reduktor, sedangkan Fii mengalami reduksi atau sebagai oksidator. Redoks Berdasarkan Pertambahan dan Penurunan Bilangan Oksidasi Konsep reaksi redoks yang melibatkan perpindahan elektron ini hanya bisa terjadi pada senyawa ionik aja, sedangkan senyawa kovalen tidak. Oleh karena itu, muncul konsep redoks yang ketiga, yaitu berdasarkan perubahan bilangan oksidasi biloks. Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi Reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi. Reduktor adalah zat yang mereduksi zat lain dalam reaksi redoks atau zat yang mengalami oksidasi. Oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Oksidator adalah zat yang mengoksidasi zat lain dalam reaksi redoks atau zat yang mengalami reaksi reduksi. ContohReaksi Atomic number 262Othree + 3C → 2Fe + 3CO ditulis sebagai berikut. Bilangan oksidasi adalah muatan positif dan negatif pada suatu atom. Unsur yang biloksnya positif, biasanya merupakan atom-atom unsur logam, seperti Na, Fe, Mg, Ca, dan unsur logam lainnya. Sementara itu, unsur yang biloksnya negatif, biasanya atom-atom unsur nonlogam, seperti O, Cl, F, dan unsur nonlogam lainnya. Terdapat delapan aturan dalam menentukan bilangan oksidasi suatu atom, antara lain adalah sebagai berikut. Bilangan oksidasi unsur bebas dalam bentuk cantlet dan molekul adalah 0. Contoh Unsur bebas berbentuk atom C, Ca, Cu, Na, Iron, Al, Ne = 0 Unsur bebas berbentuk molekul H2, O2, Clii, P4, S8 = 0 Bilangan oksidasi ion monoatom 1 atom dan poliatom lebih dari 1 atom sesuai dengan jenis muatan ionnya. Contoh Bilangan oksidasi ion monoatom Na+, Mg2+, dan Al3+ berturut-turut adalah +1, +2, dan +three. Bilangan oksidasi ion poliatom NHiv +, So4 2 -, dan PO4 3 – berturut-turut adalah +1, -2, dan -iii. Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya. IA = H, Li, Na, Thou, Rb, Cs, Fr = +i. Contoh Bilangan oksidasi Na dalam senyawa NaCl adalah +1. IIA = Exist, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra = +2. Contoh Bilangan oksidasi Mg dalam senyawa MgSO2 adalah +2. IIIA = B, Al, Ga, In, Tl = +3. Contoh Bilangan oksidasi Al dalam senyawa AliiOiii adalah +3. Bilangan oksidasi unsur golongan transisi golongan B lebih dari satu. Contoh Bilangan oksidasi Cu = +1 dan +2. Bilangan oksidasi Au = +1 dan +three. Bilangan oksidasi Sn = +iii dan +iv. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya. Contoh NH4+ = +i Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0. Contoh HtwoO = 0 H = +2, = -two, jadi 2-2 = 0 Bilangan oksidasi hidrogen H bila berikatan dengan logam = -ane. Bila H berikatan dengan non-logam = +1. Contoh Biloks H dalam AlH3 = -1. Bilangan oksidasi oksigen O dalam senyawa peroksida = -ane. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2. Contoh Biloks O dalam BaO2 = -ane. Contoh Soal-1 Perhatikan reaksi berikut ini Penjelasan Persamaan reaksi ruas kiri Iron merupakan unsur golongan transisi golongan B yang memiliki biloks lebih dari satu, disini bilok Atomic number 26 = +3; unsur O dalam senyawa Fe2O3 bukan non-peroksida maka biloks O = -ii; C adalah unsur bebas maka biloks C = 0. Persamaan reaksi ruas kanan Fe merupakan unsur bebas maka biloks Fe = 0; C dalam CO merupakan unsur yang berbentuk ion bermuatan +2 maka biloks C = +two; O terikat dalam CO yang bukan senyawa non-peroksida maka biloks O = -2. Dari bilangan biloks dalam reaksi dari kiri ke kanan terlihat bahwa Fe mengalami penurunan biloks dari +3 menjadi 0, O tidak mengalami perubahan biloks, dan C mengalami peningkatan biloks dari 0 menjadi +two. Dengan demikian Fe mengalami reduksi atau sebagai oksidator yang mengoksidasi C menjadi CO. C mengalami oksidasi atau sebagai reduktor yang mereduksi Fe2O3 menjadi Iron. O tidak mengalami mengalami reaksi redoks karena biloks-nya tetap tidak berubah. Jumlah total biloks unsur-unsur yang membentuk senyawa Fe2Othree adalah 2 10 biloks Iron + 3 x biloks O = 2 x 3 + 3 x -ii = 6 – six = 0. Jumlah total biloks unsur-unsur yang membentuk CO adalah 1 ten biloks C + 1 ten biloks O = 2 + -two = 0. Contoh Soal-2 Reaksi Mgdue south + 2HCl ——> MgCltwoaq + H2chiliad, digambarkan sebagai berikut Penjelasan Reaksi ruas kiri Mg merupakan unsur bebas, jadi biloks Mg = 0. Kemudian, biloks H pada senyawa 2HCl bernilai +1 karena unsur H berikatan dengan unsur lain dan H merupakan golongan IA. Selanjutnya, karena H = +i, berarti Cl = -1 agar total biloks 2HCl = 0. Reaksi ruas kanan biloks Mg pada senyawa MgCl adalah +2 karena Mg berikatan dan merupakan unsur golongan IIA. Karena Cl memiliki indeks two, maka biloks Cl = -i, agar total biloks MgCl2 = 0. Kemudian, karena H2 merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Dengan demikian dari kiri ke kanan Unsur Mg mengalami kenaikan biloks dari 0 menjadi +2, sehingga mengalami reaksi oksidasi atau sebagai reduktor yang mereduksi HCl menjadi H2. Unsur H mengalami penurunan biloks dari +one menjadi 0, sehingga mengalami reaksi reduksi atau sebagai oksidator yang mengoksidasi Mg menjadi MgCl2. Menyeimbangkan reaksi redoks Untuk menuliskan keseluruhan reaksi elektrokimia sebuah proses redoks, diperlukan penyeimbangan komponen-komponen dalam reaksi setengah. Untuk reaksi dalam larutan, hal ini umumnya melibatkan penambahan ion H+, ion OH–, H2O, dan elektron untuk menutupi perubahan oksidasi. Media asam Pada media asam, ion H+ dan air ditambahkan pada reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan reaksi. Sebagai contoh, ketika manganTwo bereaksi dengan natrium bismutat Reaksi ini diseimbangkan dengan mengatur reaksi sedemikian rupa sehingga dua setengah reaksi tersebut melibatkan jumlah elektron yang sama yakni mengalikan reaksi oksidasi dengan jumlah elektron pada langkah reduksi, demikian juga sebaliknya. Reaksi diseimbangkan 14H+ aq + 2Mn2+ aq + 5NaBiO3 s → 7H2O l + 2MnO4– aq + 5Bi3+ aq + 5Na+ aq Hal yang sama juga berlaku untuk sel bahan bakar propana di bawah kondisi asam Dengan menyeimbangkan jumlah elektron yang terlibat Persamaan diseimbangkan CiiiH8 + 5Oii → 3CO2 + 4H2O Media basa Pada media basa, ion OH- dan air ditambahkan ke reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan reaksi. Sebagai contoh, reaksi antara kalium permanganat dan natrium sulfit Dengan menyeimbangkan jumlah elektron pada kedua reaksi setengah di atas Persamaan diseimbangkan 2KMnO4 + 3Na2Thenthree + HtwoO → 2MnOii + 3NatwoSO4 + 2KOH Reaksi redoks dalam industri Kita dapat melihat penggunaan reaksi redoks dalam ekstraksi logam dimana dengan menggunakan zat pereduksi yang sesuai, oksidasi logam dapat dikurangi menjadi besi di tanur tinggi dengan menggunakan karbon sebagai zat pereduksi. FeiiO3 + 3C → 2Fe + 3CO Oksidasi juga digunakan dalam proses produksi produk-produk pembersih dan pengoksidasi amonia untuk menghasilkan asam nitrat, yang digunakan di sebagian besar pupuk. Reaksi redoks merupakan dasar pembuatan sel elektrokimia atau baterai yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalankan sejumlah gadget dan peralatan kecil dan besar. Misalnya, aki digunakan untuk memasok semua kebutuhan listrik dari mobil, truk, bus, kereta api, pesawat terbang, dan lain-lain. Demikian pula, energi listrik yang dibutuhkan dalam kapsul ruang diperoleh dengan reaksi hidrogen dan oksigen pada sel bahan bakar yang menggunakan oksigen dan elektroda hydrogen. Reaksi redoks dalam biologi Banyak proses biologi yang melibatkan reaksi redoks. Reaksi ini berlangsung secara simultan karena sel, sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia, harus melangsungkan semua fungsi hidup. Agen biokimia yang mendorong terjadinya oksidasi terhadap substansi berguna dikenal dalam ilmu pangan dan kesehatan sebagai oksidan. Zat yang mencegah aktivitas oksidan disebut antioksidan. Pernapasan sel, contohnya, adalah oksidasi glukosa C6H12O6 menjadi COii dan reduksi oksigen menjadi air. Persamaan ringkas dari pernapasan sel adalah Chalf-dozenH12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6HiiO Proses pernapasan sel juga sangat bergantung pada reduksi NAD+ menjadi NADH dan reaksi baliknya oksidasi NADH menjadu NAD+. Fotosintesis secara esensial merupakan kebalikan dari reaksi redoks pada pernapasan sel 6CO2 + 6HiiO + light energy → Chalf dozenH12O6 + 6O2 Energi biologi sering disimpan dan dilepaskan dengan menggunakan reaksi redoks. Fotosintesis melibatkan reduksi karbon dioksida menjadi gula dan oksidasi air menjadi oksigen. Reaksi baliknya, pernapasan, mengoksidasi gula, menghasilkan karbon dioksida dan air. Sebagai langkah antara, senyawa karbon yang direduksi digunakan untuk mereduksi nikotinamida adenina dinukleotida NAD+, yang kemudian berkontribusi dalam pembentukan gradien proton, yang akan mendorong sintesis adenosina trifosfat ATP dan dijaga oleh reduksi oksigen. Pada sel-sel hewan, mitokondria menjalankan fungsi yang sama. Lihat pula Potensial membran. Istilah keadaan redoks juga sering digunakan untuk menjelaskan keseimbangan antara NAD+/NADH dengan NADP+/NADPH dalam sistem biologi seperti pada sel dan organ. Keadaan redoksi direfleksikan pada keseimbangan beberapa set metabolit misalnya laktat dan piruvat, beta-hidroksibutirat dan asetoasetat yang antarubahannya sangat bergantung pada rasio ini. Keadaan redoks yang tidak normal akan berakibat buruk, seperti hipoksia, guncangan shock, dan sepsis. Siklus redoks Berbagai macam senyawa aromatik direduksi oleh enzim untuk membentuk senyawa radikal bebas. Secara umum, penderma elektronnya adalah berbagai jenis flavoenzim dan koenzim-koenzimnya. Seketika terbentuk, radikal-radikal bebas anion ini akan mereduksi oskigen menjadi superoksida. Reaksi bersihnya adalah oksidasi koenzim flavoenzim dan reduksi oksigen menjadi superoksida. Tingkah laku katalitik ini dijelaskan sebagai siklus redoks. Contoh molekul-molekul yang menginduksi siklus redoks adalah herbisida parakuat, dan viologen dan kuinon lainnya seperti menadion. Referensi Hudlický, Miloš 1996. Reductions in Organic Chemistry. Washington, American Chemical Society. hlm. 429. ISBN 0-8412-3344-6. Hudlický, Miloš 1990. Oxidations in Organic Chemistry. Washington, American Chemical Guild. hlm. 456. ISBN 0-8412-1780-seven. Harmoko, Jati 2018-02-17. “v Penerapan Reaksi Redoks dalam Bidang Industri”. MateriKimia. Diakses tanggal 2020-09-xxx. “ PDF. Diakses tanggal 2008-06-30.
Reaksinon-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (biaya resmi) dikenal dengan istilah reaksi metatesis. Oksidator dan reduktor Senyawa yang mempunyai kemampuan untuk dapat mengoksidasi senyawa lain dikatakan ialah sebagai oksidatif dan dikenal ialah sebagai oksidator atau juga agen oksidasi. Manfaat reaksi redoks dalam kehidupan sehari – hari banyak ditemukan pada berbagai kegiatan industri. Beberapa industri yang sering menggunakan reaksi redoks di antaranya meliputi industri logam, pengolahan biji logam, industri aki dan baterai, sampai dengan reaksi redoks pada pengolahan air limbah. Apa saja manfaat reaksi redoks dalam kehidupan sehari – hari? Sebelum mengulas manfaat reaksi redoks dalam kehidupan sehari – hari. Ulang sedikit apa itu reaksi redoks? Reaksi redoks memuat dua reaksi yaitu reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Pengertian reaksi reduksi atau reaksi oksidasi dapat dilihat dari pengikatan/pelepasan oksigen, pengikatan/pelepasan elektron, atau kenaikan/penurunan bilangan oksidasi. Simak lebih lanjut penjelasan konsep reaksi redoks melalui halaman reaksi redoks. Lalu apa manfaat reaksi redoks dalam kehidupan sehari – hari? Berikut ini kegiatan industri yang memanfaatkan persamaan reaksi redoks. Table of Contents Industri Pelapisan logam Industri Pengolahan logam Industri Aki dan Baterai Reaksi Redoks pada Pengolahan Air Limbah Kegiatan Fotosintesis Industri Pelapisan logam Industri pelapisan logam adalah industri pelapisan logam dengan unsur – unsur lain yang meningkatkan kualitas logam tersebut. Sebagai contoh pelapisan besi dengan seng atau krom untuk menjaga besi dari perkaratan, melapisi tembaga dengan emas. Industri Pengolahan logam Bijih – bijih logam umumnya terdapat dalam bentuk senyawa oksida, sulfida, dan karbonat. Bijih – bijih sulfida dan karbonat diubah terlebih dahulu menjadi oksida melalui pemanggangan. Setelah itu bijih oksida direduksi menjadi logam. ContohBesi diperoleh dengan cara mereduksi bijih besi Fe2O3 dengan reduktor kokas C dalam tanur tinggi. C akan teroksidasi menjadi CO dan CO akan mereduksi Fe2O3 menjadi Fe. Persamaan reaksi2 C + O2 → 2 COFe2O3 + 3 CO → 2Fe + 3CO2 Industri Aki dan Baterai Aki dan baterai merupakan sumber energi listrik searah yang bekerja menggunakan prinsip reaksi redoks. Reaksi yang terjadi pada aki dan baterai terlihat seperti persamaan reaksi berikut. Reaksi yang terjadi pada akiPbs + PbO2s + 4H+ aq + 2SO42– aq → 2 PbSO4s + 2H2O l Reaksi yang terjadi pada bateraiZn s + 2 MnO2 s + 2 NH4+ aq → Zn2+ aq + Mn2O3 s + 2 NH3 aq+ H2O l Reaksi Redoks pada Pengolahan Air Limbah Pengolahan air limbah dapat dilakukan dengan menerapkan konsep elektrolit dan reaksi redoks. Kegiatan industri dapat memberi dampak negatif untuk lingkungan melalui air limbah yang membahayakan karena mengandung bahan-bahan kimia dan mikroorganisme yang merugikan. Cara mengatasi air limbah industri adalah dengan melakukan pengolahan air limbah tersebut sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan air limbah pada umumnya dilakukan dengan metode biologi. Metode ini merupakan metode paling efektif dibandingkan metode kimia dan fisika. Salah satu metode biologi yang sekarang banyak berkembang adalah metode lumpur aktif. Baca Juga Pengolahan Limbah Cair dengan Sistem Lumpur Aktif Kegiatan Fotosintesis Manfaat reaksi redoks juga terdapat pada berlangsungnya kegiatan fotosintesis. Fotosintesis adalah proses reaksi oksidasi – reduksi biologi yang terjadi secara alami. Dalam proses terjadinya fotosintesis melalui proses yang kompleks dan melibatkan tumbuhan hijau, alga hijau atau bakteri tertentu. Organisme ini mampu menggunakan energi dalam cahaya matahari melalui reaksi redoks menghasilkan oksigen dan gula. Demikianlah tadi ulasan manfaat reaksi redoks dalam kehidupan sehari – hari. Terimakasih sudah mengunjungi idschooldotnet, semoga bermanfaat. Baca Juga Eutrofikasi – Salah Satu Bentuk Pencemaran Air 1 jelaskan pengertian reaksi redoks berdasarkan konsep penggabungan dan pelepasan oksigen? 2. tuliskan reaksi pada proses perkaratan besi! 3.jelaskan fungsi zat karbon pada proses pengolahan bijih besi menjai besi murni ! 4. tuliskan 2 contoh reaksi reduksi - oksidasi dalam tubuh manusia!. Question from @apriliana - Sekolah Menengah Pertama - Kimia MAKALAH “MANFAAT REDOKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI” OLEH X-5 ATIKA ANGGRAINI 07 DIAH CHANDRA 12 FITRI NUR JANAH 14 FITRIA ATIKA ANGGRAENI 15 HERU PRASETIAWAN 18 SITI KHOLIFAH 25 ULVA NI’MATUS S. 29 YULIA ISTIKOMAH 31 SMA NEGERI 1 SUMBERREJO DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN AJARAN 2010/2011 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “MANFAAT REDOKS DALAM KEHIDAPAN SEHARI-HARI” Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Penulis DAFTAR ISI Kata Pengantar………………………………………………………………………………….. Daftar isi…………………………………………………………………………………………… Bab I………………………………………………………………………………………………… Latar Belakang Masalah………………………………………………………………………. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………. Bab II………………………………………………………………………………………………. Oksidator dan Reduktor……………………………………………………………………… Contoh Reaksi Redoks………………………………………………………………………….. Bab III……………………………………………………………………………………………….. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………. Saran………………………………………………………………………………………………….. BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Di kalangan masyarakat mungkin kegunaan reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari, tidak di sadari oleh kebanyakan orang. Banyaknya kegunaan reaksi redoks dalam kehidupan sehari- hari akan dijelaskan dalam pembahasan dibawah. Ada banyak macam kegunaan redoks dalam kehidupan, contohnya reaksi redoks dalam biologi, reaksi redoks dalam industri, dan masih banyak lagi. Redoks singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi keadaan oksidasi atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metanaCH4, ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit. Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion. Gambar dua bagian dalam sebuah reaksi redoks Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai “redoks” walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut misalnya yang melibatkan ikatan kovalen. Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal formal charge dikenal sebagai reaksi metatesis. Gambar ilustrasi sebuah reaksi redoks B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa manfaat redoks dalam kehidupan manusia? BAB II PEMBAHASAN A. OKSIDATOR DAN REDUKTOR Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi. Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain, sehingga dirinya sendiri tereduksi. Oleh karena ia “menerima” elektron, ia juga disebut sebagai penerima elektron. Oksidator bisanya adalah senyawa-senyawa yang memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi seperti H2O2, MnO4−, CrO3, Cr2O72−, OsO4 atau senyawa-senyawa yang sangat elektronegatif, sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa misalnya oksigen, fluorin, klorin, dan bromin. Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen reduksi. Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain, sehingga ia sendiri teroksidasi. Oleh karena ia “mendonorkan” elektronnya, ia juga disebut sebagai penderma elektron. Senyawa-senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. Unsur-unsur logam seperti Li, Na, Mg, Fe, Zn, dan Al dapat digunakan sebagai reduktor. Logam-logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Reduktor jenus lainnya adalah reagen transfer hidrida, misalnya NaBH4 dan LiAlH4, reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik[1][2], terutama dalam reduksi senyawa-senyawa karbonil menjadi alkohol. Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen H2 dengan katalis paladium, platinum, atau nikel, Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbon-karbon. Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah, reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator. Sehingga dalam reaksi, reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi, dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks. B. CONTOH REAKSI REDOKS Salah satu contoh reaksi redoks adalah antara hidrogen dan fluorin Kita dapat menulis keseluruhan reaksi ini sebagai dua reaksi setengah reaksi oksidasi dan reaksi reduksi Penganalisaan masing-masing reaksi setengah akan menjadikan keseluruhan proses kimia lebih jelas. Karena tidak terdapat perbuahan total muatan selama reaksi redoks, jumlah elektron yang berlebihan pada reaksi oksidasi haruslah sama dengan jumlah yang dikonsumsi pada reaksi reduksi. Unsur-unsur, bahkan dalam bentuk molekul, sering kali memiliki bilangan oksidasi nol. Pada reaksi di atas, hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1, sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1. Ketika reaksi oksidasi dan reduksi digabungkan, elektron-elektron yang terlibat akan saling mengurangi Dan ion-ion akan bergabung membentuk hidrogen fluorida Reaksi penggantian Redoks terjadi pada reaksi penggantian tunggal atau reaksi substitusi. Komponen redoks dalam tipe reaksi ini ada pada perubahan keadaan oksidasi muatan pada atom-atom tertentu, dan bukanlah pada pergantian atom dalam senyawa. Sebagai contoh, reaksi antara larutan besi dan tembagaII sulfat Persamaan ion dari reaksi ini adalah Terlihat bahwa besi teroksidasi dan tembaga tereduksi Contoh-contoh lainnya BesiII teroksidasi menjadi besiIII hidrogen peroksida tereduksi menjadi hidroksida dengan keberadaan sebuah asam H2O2 + 2 e− → 2 OH− Persamaan keseluruhan reaksi di atas adalah 2Fe2+ + H2O2 + 2H+ → 2Fe3+ + 2H2O denitrifikasi, nitrat tereduksi menjadi nitrogen dengan keberadaan asam 2NO3− + 10e− + 12 H+ → N2 + 6H2O Besi akan teroksidasi menjadi besiIII oksida dan oksigen akan tereduksi membentuk besiIII oksida umumnya dikenal sebagai perkaratan 4Fe + 3O2 → 2 Fe2O3 besi berkarat Pembakaran hidrokarbon, contohnya pada mesin pembakaran dalam, menghasilkan air, karbon dioksida, sebagian kecil karbon monoksida, dan energi panas. Oksidasi penuh bahan-bahan yang mengandung karbon akan menghasilkan karbon dioksida. Pembakaran terdiri dari redoks yang melibatkan radikal bebas Dalam kimia organik, oksidasi selangkah stepwise oxidation hidrokarbon menghasilkan air, dan berturut-turut alkohol, aldehida atau keton, asam karboksilat, dan kemudian peroksida REAKSI REDOKS DALAM BIOLOGI Banyak proses biologi yang melibatkan reaksi redoks. Reaksi ini berlangsung secara simultan karena sel, sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia, harus melangsungkan semua fungsi hidup. Agen biokimia yang mendorong terjadinya oksidasi terhadap substansi berguna dikenal dalam ilmu pangan dan kesehatan sebagai oksidan. Zat yang mencegah aktivitas oksidan disebut antioksidan. Atas asam askorbat bentuk tereduksi Vitamin C Bawah asam dehidroaskorbat bentuk teroksidasi Vitamin C Pernapasan sel, contohnya, adalah oksidasi glukosa C6H12O6 menjadi CO2 dan reduksi oksigen menjadi air. Persamaan ringkas dari pernapasan sel adalah C6H12O6 + 6 O2 → 6 CO2 + 6 H2O Proses pernapasan sel juga sangat bergantung pada reduksi NAD+ menjadi NADH dan reaksi baliknya oksidasi NADH menjadu NAD+. Fotosintesis secara esensial merupakan kebalikan dari reaksi redoks pada pernapasan sel 6 CO2 + 6 H2O + light energy → C6H12O6 + 6 O2 Energi biologi sering disimpan dan dilepaskan dengan menggunakan reaksi redoks. Fotosintesis melibatkan reduksi karbon dioksida menjadi gula dan oksidasi air menjadi oksigen. Reaksi baliknya, pernapasan, mengoksidasi gula, menghasilkan karbon dioksida dan air. Sebagai langkah antara, senyawa karbon yang direduksi digunakan untuk mereduksi nikotinamida adenina dinukleotida NAD+, yang kemudian berkontribusi dalam pembentukan gradien proton, yang akan mendorong sintesis adenosina trifosfat ATP dan dijaga oleh reduksi oksigen. Pada sel-sel hewan, mitokondria menjalankan fungsi yang sama. Lihat pula Potensial membran. Istilah keadaan redoks juga sering digunakan untuk menjelaskan keseimbangan antara NAD+/NADH dengan NADP+/NADPH dalam sistem biologi seperti pada sel dan organ. Keadaan redoksi direfleksikan pada keseimbangan beberapa set metabolit misalnya laktat dan piruvat, beta-hidroksibutirat dan asetoasetat yang antarubahannya sangat bergantung pada rasio ini. Keadaan redoks yang tidak normal akan berakibat buruk, seperti hipoksia, guncangan shock, dan sepsis. Siklus redoks Berbagai macam senyawa aromatik direduksi oleh enzim untuk membentuk senyawa radikal bebas. Secara umum, penderma elektronnya adalah berbagai jenis flavoenzim dan koenzim-koenzimnya. Seketika terbentuk, radikal-radikal bebas anion ini akan mereduksi oskigen menjadi superoksida. Reaksi bersihnya adalah oksidasi koenzim flavoenzim dan reduksi oksigen menjadi superoksida. Tingkah laku katalitik ini dijelaskan sebagai siklus redoks. Contoh molekul-molekul yang menginduksi siklus redoks adalah herbisida parakuat, dan viologen dan kuinon lainnya seperti menadion. Siklus redoks Berbagai macam senyawa aromatik direduksi oleh enzim untuk membentuk senyawa radikal bebas. Secara umum, penderma elektronnya adalah berbagai jenis flavoenzim dan koenzim-koenzimnya. Seketika terbentuk, radikal-radikal bebas anion ini akan mereduksi oskigen menjadi superoksida. Reaksi bersihnya adalah oksidasi koenzim flavoenzim dan reduksi oksigen menjadi superoksida. Tingkah laku katalitik ini dijelaskan sebagai siklus redoks. Menyeimbangkan reaksi redoks Untuk menuliskan keseluruhan reaksi elektrokimia sebuah proses redoks, diperlukan penyeimbangan komponen-komponen dalam reaksi setengah. Untuk reaksi dalam larutan, hal ini umumnya melibatkan penambahan ion H+, ion OH–, H2O, dan elektron untuk menutupi perubahan oksidasi. Media asam Pada media asam, ion H+ dan air ditambahkan pada reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan reaksi. Sebagai contoh, ketika manganII bereaksi dengan natrium bismutat Reaksi ini diseimbangkan dengan mengatur reaksi sedemikian rupa sehingga dua setengah reaksi tersebut melibatkan jumlah elektron yang sama yakni mengalikan reaksi oksidasi dengan jumlah elektron pada langkah reduksi, demikian juga sebaliknya. Reaksi diseimbangkan Hal yang sama juga berlaku untuk sel bahan bakar propana di bawah kondisi asam Dengan menyeimbangkan jumlah elektron yang terlibat Persamaan diseimbangkan Media basa Pada media basa, ion OH– dan air ditambahkan ke reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan contoh, reaksi antara kalium permanganat dan natrium sulfit Dengan menyeimbangkan jumlah elektron pada kedua reaksi setengah di atas Persamaan diseimbangkan BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Banyak sekali manfaat redoks. Diantaranya perkaratan logam, pembakaran gas alam, oksidasi glukosa dalam tubuh, reduksi tembagaII oksida dengan hidrogen yang biasa terjadi di pabrik2, respirasi sel dsb. Tetap semangat untuk belajar kimia khususnya tentang reaksi redoks, dan sebaiknya melakukan observasi untuk lebih meningkatkan kemajuan reaksi redoks. 6EiHU6.
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/181
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/294
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/16
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/50
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/326
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/211
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/385
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/335
  • 6j16q0fkt6.pages.dev/203
  • pemanfaatan konsep reaksi redoks yang paling kecil dampak negatifnya adalah